Sabtu, 30 Mei 2026

Lewat Puisi "Terima Kasih Telah Menjadi Alasan", Mahasiswa PBI UGR Tembus Buku Antologi Nasional

 LOMBOK TIMUR – Bakat dan kreativitas mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Gunung Rinjani (UGR) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang literasi. Kali ini, sebuah karya sastra emosional dan penuh refleksi mendalam berhasil menembus persaingan ketat hingga dibukukan dalam sebuah buku antologi puisi nasional berjudul "Cinta Sampai Akhir Waktu".

Puisi luar biasa ini lahir dari goresan pena salah satu mahasiswa aktif Pendidikan Bahasa Inggris UGR sendiri, yaitu Muh Ibnu Karyadi Nur (yang akrab disapa Ibnu).

Sebuah Refleksi Perjalanan Rasa Selama 14 Tahun

Puisi yang berjudul "Terima Kasih Telah Menjadi Alasan" ini mengisahkan tentang keteguhan rasa, kedewasaan dalam merelakan, serta penerimaan atas takdir yang tidak selalu sejalan dengan rencana manusia. Dengan pilihan kata yang jujur dan mengalir, Ibnu berhasil menuangkan ruang nostalgia personal—sebuah janji sekolah bersama yang terpaksa berbelok arah 14 tahun lalu karena keputusan orang tua—menjadi untaian bait yang sangat menyentuh hati pembaca.

Bukan sekadar puisi cinta biasa, karya ini merupakan bentuk perayaan atas rasa terima kasih kepada seseorang yang pernah menjadi bahan bakar dan alasan terbesar penulis untuk terus berjuang dalam mengarungi perjalanan hidup.

Mari Menyimak Karya Indah Ini:

Terima Kasih Telah Menjadi Alasan Karya: Muh Ibnu Karyadi Nur

Hai Apa kabar Apakah kau ingat dengan ku Sosok cowok gila yang dulu mengejar mu Dengan mati-matian hingga ku relakan masa muda ku Demi bisa bersama mu

Kini kita berdua terasa asing banget ya Bahkan tidak saling sapa disaat bertemu Entah ego ku ini yang terlalu tinggi atau Posisi kita yang tidak sama lagi

Masih ku ingat 14 tahun lalu Saat pertama kali menginjakkan kaki ini di pulau ini Aku terpesona akan kecantikan wajah mu itu Wajah yang selalu menghiasi hari-hari ku dulu

Kini aku gak akan pernah bisa melihat wajah itu lagi Karena diriku ini sedang berusaha melepaskan semua Rasa ini rasa yang dulu bersemayam di hati ku selama 14 tahun Rasa yang dulu jadi alasan ku untuk terus berjuang deminya

Maaf ya jika selama ini aku sering mengingkari janji kita Janji yang harusnya bisa membuat kita bersama Namun harus ku ingkari karena keputusan orang tua ku Tepat 14 tahun lalu aku berjanji akan sekolah bersama mu Namun aku memilih kita berbeda

Lewat karya ini aku hanya ingin ucapkan terima kasih Telah menjadi alasan ku berjuang selama ini Terima kasih telah menjadi bagian perjalanan hidup ku Serta izinkan aku untuk menyimpan perasaan ini selamanya

Menginspirasi Semangat Literasi di Kampus UGR

Keberhasilan Ibnu dalam membawa puisinya menembus buku cetak nasional "Cinta Sampai Akhir Waktu" diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UGR lainnya. Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa PBI tidak hanya diasah untuk menguasai kemampuan akademik dan keguruan saja, melainkan juga didorong untuk aktif berkarya, berekspresi, dan berprestasi di jalur literasi dan industri kreatif.

Kemampuan mengubah ruang emosional menjadi karya seni yang diapresiasi secara nasional adalah salah satu bukti nyata bahwa esensi bahasa adalah tentang rasa dan penyampaian pesan yang mendalam.

Selamat atas terbitnya karya ini, Ibnu! Teruslah menulis dan menginspirasi Bumi Rinjani dengan karya-karya hebat berikutnya!

English Education Department UGR: Think Globally, Teach Locally, Inspire Through Art!


"Tangkapan layar pengumuman resmi daftar karya yang lolos cetak dalam buku antologi 'Cinta Sampai Akhir Waktu' melalui akun Instagram resmi penyelenggara."https://www.instagram.com/p/DXRMuwUEtXN/?igsh=eGw4a2dtcGttbDNh

Selasa, 26 Mei 2026

inergi Tanpa Batas: Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UGR Hijaukan Pesisir Tanjung Luar Bersama Pemuda dan KKN UGM

 TANJUNG LUAR – Kepedulian terhadap kelestarian alam kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Gunung Rinjani (UGR). Sebanyak tiga orang delegasi mahasiswa turut ambil bagian dalam aksi nyata penanaman bibit mangrove di kawasan pesisir Tanjung Luar, Lombok Timur.

Kegiatan yang berlangsung di area konservasi hutan mangrove ini merupakan inisiasi dari Pemuda Tanjung Luar yang berkolaborasi dengan berbagai elemen mahasiswa, termasuk para peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan beberapa kampus lainnya.

Menanam Harapan di Pesisir Selatan

Kehadiran tiga mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UGR di tengah komunitas pemuda dan mahasiswa nasional ini membuktikan bahwa mahasiswa keguruan juga memiliki peran strategis sebagai agen perubahan lingkungan. Penanaman mangrove ini bertujuan untuk memperkuat benteng alami pesisir dari abrasi, sekaligus menjaga ekosistem laut yang menjadi sumber mata pencaharian utama warga Tanjung Luar.

Meski berasal dari disiplin ilmu bahasa, para mahasiswa UGR tampak antusias berbaur dengan mahasiswa KKN UGM dalam memindahkan bibit-bibit mangrove ke area lumpur pesisir.







Membangun Literasi dari Desa: Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UGR Mengabdi di Desa Sapit bersama Desamind

 Ingat Bangsa, Ingat Desa!

Sebuah kalimat sakti dari Mohammad Hatta, Sang Proklamator kita, menggema menjadi pengingat bagi setiap anak muda terdidik: "Obor di Jakarta tidak akan pernah menyala tanpa adanya lilin-lilin di desa." Kutipan ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan panggilan jiwa bagi mereka yang percaya bahwa kemajuan bangsa dimulai dari akar rumput, dari senyum anak-anak di pelosok desa.

Menjawab panggilan tersebut, dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Gunung Rinjani (UGR) mengambil peran nyata dalam pengabdian masyarakat. Selama periode September 2025 hingga Februari 2026, mereka terjun langsung ke Desa Sapit, sebuah desa wisata yang asri di kaki Rinjani, melalui program kolaborasi bersama Desamind.

Menyalakan Lilin Literasi di Desa Sapit

Dalam pengabdian selama enam bulan ini, delegasi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UGR tidak hanya datang sebagai tamu, tetapi sebagai bagian dari solusi. Dengan membawa semangat “Think Globally, Teach Locally”, mereka berfokus pada pengembangan sumber daya manusia melalui literasi dan penguasaan bahasa internasional.

Fokus utama pengabdian ini meliputi:

  • English for Tourism: Memberikan pelatihan bahasa Inggris bagi pemuda dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di Desa Sapit guna menunjang potensi desa wisata.

  • Literacy Advocacy: Menginisiasi taman baca dan kegiatan literasi kreatif bagi anak-anak sekolah dasar untuk menumbuhkan minat baca sejak dini.

  • Community Development: Berkolaborasi dengan masyarakat lokal dalam menyusun program-program pemberdayaan yang berkelanjutan bersama Desamind Chapter Lombok Timur.

Mengasah Kepemimpinan dan Kepekaan Sosial

Keikutsertaan mahasiswa dalam pengabdian ini selaras dengan profil lulusan Pendidikan Bahasa Inggris UGR yang tidak hanya disiapkan sebagai guru di kelas formal, tetapi juga sebagai penggerak masyarakat (Community Leader).

Melalui program Desamind ini, mahasiswa belajar bahwa tantangan pendidikan di lapangan membutuhkan kreativitas dan empati yang tinggi. Mereka membuktikan bahwa ilmu bahasa Inggris yang mereka pelajari di bangku kuliah sangat aplikatif untuk membuka cakrawala dunia bagi masyarakat desa.

Penutup: Dari Sapit untuk Indonesia

Pengabdian ini berakhir pada Februari 2026, namun api semangat yang telah dinyalakan di Desa Sapit diharapkan tetap berkobar. Apa yang dilakukan oleh kedua mahasiswa ini adalah bukti bahwa mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UGR siap menjadi "lilin-lilin" yang menerangi desa, yang pada akhirnya akan memastikan "obor" Indonesia tetap menyala terang di masa depan.

Ingat Bangsa, Ingat Desa! English Education Department UGR: Inspire Indonesia!






Senin, 25 Mei 2026

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UGR Hadiri Kongres Nasional IMAKIPSI ke-XIII di Mataram

 MATARAM – Delegasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Gunung Rinjani (UGR) menorehkan kiprahnya di kancah nasional. Perwakilan prodi yang didelegasikan melalui pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa Inggris bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP UGR resmi mengikuti gelaran akbar Kongres Nasional IMAKIPSI (Ikatan Mahasiswa Keguruan Penyelamat Ilmu Pendidikan Seluruh Indonesia) ke-XIII.

Perhelatan bergengsi berskala nasional ini diselenggarakan di Mataram dan berlangsung selama empat hari penuh, mulai dari tanggal 13 hingga 16 April 2026.

Ajang Kolaborasi Pemikiran Mahasiswa Keguruan se-Indonesia

Kongres IMAKIPSI ke-XIII ini menjadi wadah berkumpulnya para aktivis mahasiswa keguruan dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Kehadiran delegasi dari Pendidikan Bahasa Inggris UGR menunjukkan komitmen aktif prodi dalam mengawal isu-isu strategis seputar dunia pendidikan nasional, sekaligus memperluas jaringan kolaborasi antar-kampus.

Selama jalannya kongres, para perwakilan mahasiswa UGR aktif terlibat dalam berbagai forum sidang pleno, diskusi publik mengenai arah kebijakan pendidikan, hingga perumusan rekomendasi strategis demi kemajuan mutu pendidikan di Indonesia.

Membawa Semangat "Global Educator" dari Bumi Rinjani

Keterlibatan pengurus HMPS Pendidikan Bahasa Inggris dan BEM FKIP dalam kongres ini bukan sekadar hadir sebagai peserta, melainkan membawa misi untuk memperkenalkan potensi serta gagasan-gagasan inovatif dari kampus UGR ke tingkat nasional.

"Keikutsertaan kami di Kongres IMAKIPSI ke-XIII ini merupakan langkah nyata mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UGR untuk ikut andil dalam menentukan arah masa depan dunia keguruan di Indonesia. Banyak pengalaman, sudut pandang baru, dan relasi nasional yang kami bawa pulang untuk diimplementasikan di lingkungan kampus," ungkap salah satu perwakilan pengurus HMPS.

Membentuk Jiwa Kepemimpinan (Leadership)

Sesuai dengan salah satu poin keunggulan program studi Pendidikan Bahasa Inggris UGR yang mengedepankan pembentukan karakter dan jiwa leadership, partisipasi di forum nasional seperti ini menjadi ajang pembuktian mental bagi mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pengurus HMPS dan BEM FKIP mampu menularkan semangat berorganisasi, berpikir kritis, dan berwawasan luas kepada seluruh mahasiswa di program studi, sehingga ke depan makin banyak lahir inovasi-inovasi baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas, khususnya di wilayah Lombok Timur.




Menembus Batas Percaya Diri: English Speaking Class FKIP UGR Bekali Mahasiswa Kemampuan Komunikasi Global

 LOMBOK TIMUR – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Gunung Rinjani terus berinovasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang suportif. Baru-baru ini, prodi menggelar English Speaking Class, sebuah program intensif yang dirancang khusus untuk meningkatkan kemampuan komunikasi lisan mahasiswa di luar jam kuliah formal.

Ruang Latihan yang Aman dan Inklusif

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang latihan yang aman agar mahasiswa lebih percaya diri berbicara Bahasa Inggris tanpa takut salah. Dalam setiap pertemuannya, atmosfir kelas dibuat santai namun tetap terarah, sehingga setiap mahasiswa merasa nyaman untuk mulai membuka suara.

Metode yang digunakan pun sangat dinamis:

  • Group Discussion: Mahasiswa mendiskusikan tema-tema hangat yang relevan dengan keseharian mereka.

  • Role Play & Simulation: Berlatih skenario nyata, mulai dari simulasi mengajar hingga berinteraksi dalam dunia profesional.

  • Supportive Feedback: Dosen pendamping bertindak sebagai fasilitator yang memberikan koreksi secara positif tanpa mematahkan semangat mahasiswa.

Membangun Karakter Melalui Bahasa

Mahasiswa tidak hanya diajarkan tata bahasa, tetapi lebih ditekankan pada keberanian untuk mengekspresikan ide dan pendapat secara lisan. Melalui latihan yang konsisten, rasa percaya diri mahasiswa tampak tumbuh seiring dengan meningkatnya kefasihan mereka dalam bertutur kata.

Program ini menjadi bukti komitmen prodi dalam membentuk karakter mahasiswa yang berani tampil dan mampu berargumen secara logis dalam bahasa internasional.

Persiapan Menuju Dunia Kerja dan Pariwisata

Diharapkan kegiatan rutin ini dapat menghasilkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja, terutama di sektor pariwisata dan pendidikan yang menjadi sektor unggulan di Nusa Tenggara Barat. Dengan kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni, lulusan FKIP UGR diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mempromosikan potensi daerah ke kancah internasional.

"Kami ingin mahasiswa kami tidak hanya pintar secara teori, tapi juga 'luwes' saat harus berbicara langsung dengan orang lain, baik itu di dalam kelas saat mengajar nanti, maupun saat berinteraksi dengan wisatawan mancanegara," ujar salah satu koordinator program.

Kegiatan rutin ini menjadi langkah nyata bagi English Education Department UGR untuk terus menciptakan ekosistem akademik yang dinamis dan adaptif terhadap tantangan zaman.




seminar proposal

 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Gunung Rinjani menyelenggarakan Seminar Proposal Skripsi bagi mahasiswa semester akhir. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memaparkan rancangan penelitian dan mendapatkan masukan dari dosen pembimbing serta penguji. Melalui seminar ini, diharapkan mahasiswa dapat menyempurnakan proposal sebelum melanjutkan ke tahap penelitian dan penulisan skripsi.

Menguji Gagasan, Membangun Intelektual

Suasana ruang seminar tampak penuh antusiasme sekaligus ketegangan yang positif. Para mahasiswa, dengan mengenakan jas almamater kebanggaan biru Universitas Gunung Rinjani, secara bergantian mempresentasikan poin-poin krusial dari penelitian mereka, mulai dari latar belakang masalah, tinjauan pustaka, hingga metodologi penelitian yang akan digunakan.

Tanya jawab antara mahasiswa dan penguji menjadi momen yang paling dinamis. Dosen penguji memberikan apresiasi atas inovasi judul yang diangkat, namun tetap memberikan kritik konstruktif serta saran teknis yang tajam. Fokus utama dalam seminar ini adalah memastikan bahwa instrumen penelitian yang dirancang benar-benar valid dan mampu menjawab permasalahan pendidikan bahasa Inggris di lapangan.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris menyampaikan bahwa seminar ini bukan sekadar syarat administratif, melainkan sebuah proses pendewasaan berpikir bagi mahasiswa. "Kami ingin mahasiswa kami tidak hanya lulus tepat waktu, tetapi juga menghasilkan karya tulis ilmiah yang memiliki kualitas akademis tinggi dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan, khususnya di wilayah Lombok Timur," ujarnya di sela-sela kegiatan.

Melalui seminar proposal ini, mahasiswa diajarkan untuk bersikap objektif terhadap masukan dan berani mempertahankan argumentasi ilmiah mereka. Setelah dinyatakan lulus dalam tahap ini, para mahasiswa akan segera turun ke lapangan untuk melakukan pengambilan data di berbagai sekolah mitra.

Kegiatan ini diharapkan mampu memacu semangat mahasiswa semester akhir lainnya untuk segera menyelesaikan tugas akhir mereka, sehingga visi prodi untuk mencetak lulusan yang kompeten dan siap bersaing di kancah global dapat terus terwujud.




Integrasikan Pendidikan dan Pariwisata, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UGR Lakukan Observasi Lapangan di Villa Ara & Resto Sembalun

 SEMBALUN – Guna menyelaraskan teori perkuliahan dengan realita industri di lapangan, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Gunung Rinjani (UGR) baru-baru ini menggelar kegiatan observasi mendalam mengenai dunia tourism (pariwisata) di salah satu destinasi ikonik di kaki Gunung Rinjani, yaitu Villa Ara & Resto Sembalun.

Kegiatan ini dirancang khusus untuk membekali mahasiswa dengan wawasan praktis mengenai manajemen edu-wisata, pelayanan prima (hospitality), serta peluang kewirausahaan (entrepreneurship) yang berkembang pesat di sektor pariwisata internasional Sembalun.

Membedah Potensi Edu-Tourism dan Industri Kreatif

Dipayungi langit cerah dan latar perbukitan Sembalun yang megah, para mahasiswa yang mengenakan almamater biru kebanggaan UGR tampak antusias menyusuri area Villa Ara & Resto. Mereka tidak hanya datang untuk menikmati keindahan alam, melainkan melakukan analisis langsung mengenai bagaimana industri pariwisata lokal dikelola secara profesional.


Dalam observasi ini, fokus utama mahasiswa tertuju pada beberapa poin krusial, seperti:

  • Hospitality & Communication: Bagaimana bahasa Inggris dan keterampilan komunikasi internasional digunakan untuk melayani wisatawan domestik maupun mancanegara.

  • Edu-Entrepreneurship: Mempelajari strategi bisnis kuliner dan akomodasi di daerah wisata sebagai inspirasi peluang karier lulusan di masa depan.

  • Survey Lingkungan & Fasilitas: Mengamati tata ruang, konsep penginapan, dan fasilitas restoran yang adaptif terhadap tren wisata modern.


    Diskusi Interaktif dan Pemantapan Profil Lulusan

    Sesi observasi kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok yang interaktif di area restoran. Melalui kegiatan tatap muka langsung di lapangan seperti ini, mahasiswa diajak untuk berpikir kritis dalam melihat peluang kerja sama yang bisa dibangun antara dunia pendidikan kependidikan bahasa Inggris dengan industri pariwisata global.

    Pengalaman nyata di Villa Ara & Resto Sembalun ini menjadi bukti nyata bahwa prodi Pendidikan Bahasa Inggris UGR benar-benar mewujudkan semboyannya: "Think Globally, Teach Locally, Inspire Indonesia".

    Lulusan dari program studi ini tidak hanya dicetak untuk menjadi guru yang hebat di dalam kelas, melainkan juga disiapkan menjadi seorang Tourism & Edu-Entrepreneur serta praktisi industri kreatif yang tangguh, adaptif, dan siap membuka lapangan pekerjaan baru yang berdampak bagi kemajuan daerah.

Latihan Speaking Bahasa Inggris

Dobrak Rasa Jenuh, Mahasiswa Semester 1 Sukses Gelar Praktik 'Speaking' Langsung dengan Turis di Gili Trawangan

GILI TRAWANGAN – Belajar bahasa asing tidak cukup hanya dengan menghafal rumus tata bahasa (grammar) di dalam ruang kelas. Menyadari pentingnya kemampuan komunikasi yang aktif dan natural, puluhan mahasiswa semester 1 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Gunung Rinjani melakukan aksi nyata melalui kegiatan praktik lapangan (Field Trip Speaking) di destinasi wisata internasional, Gili Trawangan, Lombok Utara.

Kegiatan yang berlangsung baru-baru ini bertujuan untuk menguji mental, melatih kelancaran (fluency), serta membangun rasa percaya diri para mahasiswa baru sejak dini. Di pulau yang terkenal dengan keindahan pantai dan ramainya wisatawan mancanegara ini, mereka ditantang untuk keluar dari zona nyaman dan berinteraksi langsung menggunakan bahasa Inggris.

Menembus Batas Teori: Berbincang Hangat dengan Turis Asing

Sejak menginjakkan kaki di dermaga penyeberangan, antusiasme sekaligus ketegangan tampak di wajah para mahasiswa semester awal ini. Dipandu oleh dosen pendamping, mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk menyisir kawasan wisata dan mencari turis mancanegara yang sedang bersantai untuk diajak berkomunikasi. 


Topik pembicaraan yang diangkat pun sangat beragam dan mengalir ringan, mulai dari menanyakan asal negara, kesan mereka selama berkunjung ke Lombok, kuliner lokal favorit, hingga bertukar pandangan mengenai budaya masing-masing negara.

Meskipun pada awalnya ada rasa canggung dan gugup, keramahtangan para turis di Gili Trawangan membuat suasana mencair dengan cepat. Banyak wisatawan asing yang justru mengapresiasi keberanian para mahasiswa ini dan dengan senang hati meluangkan waktu mereka untuk mengobrol, bahkan berswafoto bersama.



Membentuk Mental Calon Pendidik Masa Depan

Bagi mahasiswa semester 1, pengalaman ini menjadi tonggak sejarah awal perkuliahan yang sangat berharga. Praktik langsung di lapangan seperti ini memberikan pemahaman nyata bahwa bahasa Inggris adalah alat komunikasi global yang hidup, bukan sekadar materi ujian tertulis.

"Awalnya deg-degan banget takut salah ngomong, tapi pas dicoba ternyata seru sekali! Turis-turis di sana sangat ramah dan menghargai usaha kami yang masih belajar. Ini bener-bener meningkatkan rasa percaya diri saya untuk terus berbicara bahasa Inggris," ungkap salah satu mahasiswa peserta kegiatan.

Dengan suksesnya kegiatan field trip ini, diharapkan para mahasiswa semester 1 memiliki modal mental yang kuat dan motivasi yang tinggi untuk menghadapi perkuliahan di semester-semester berikutnya. Langkah kecil di Gili Trawangan ini adalah awal dari perjalanan panjang mereka untuk tumbuh menjadi calon guru bahasa Inggris yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di era global.


Pengenala Lingkungan Persekolahan 1 2026

 

[BERITA] Melangkah Lebih Dekat dengan Dunia Pendidikan: Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Sukses Laksanakan PLP 1 di Lombok Timur

LOMBOK TIMUR – Sejalan dengan komitmen untuk mencetak tenaga pendidik yang kompeten dan berwawasan luas, sekelompok mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Gunung Rinjani baru-baru ini telah menyelesaikan kegiatan Pengenalan Lingkungan Persekolah (PLP) 1.

Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di berbagai sekolah menengah di wilayah Lombok Timur. PLS 1 merupakan tahap awal yang sangat krusial bagi mahasiswa semester awal untuk mengamati secara langsung praktik pembelajaran, budaya sekolah, serta manajemen kependidikan di lapangan.

Observasi dan Adaptasi

Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa tidak hanya melakukan observasi kelas, tetapi juga berinteraksi dengan para guru dan staf sekolah untuk memahami dinamika pendidikan di era saat ini. Fokus utama dari kegiatan ini adalah membedah bagaimana teori-teori pendidikan yang dipelajari di bangku perkuliahan diimplementasikan secara nyata, khususnya dalam pengajaran Bahasa Inggris.

"Kegiatan ini memberikan perspektif baru bagi kami. Ternyata menjadi seorang pendidik membutuhkan lebih dari sekadar penguasaan materi, tapi juga keterampilan dalam mengelola kelas dan memahami karakter siswa yang beragam," ujar salah satu perwakilan mahasiswa.

Menuju Guru Masa Depan yang Profesional

Melalui PLP 1 ini, diharapkan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris tidak hanya memiliki kemampuan bahasa yang mumpuni, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan profesionalisme sejak dini. Pengalaman di berbagai sekolah di Lombok Timur ini diharapkan mampu memicu semangat inovasi dalam menciptakan metode pembelajaran Bahasa Inggris yang menyenangkan dan efektif di masa depan.

Kegiatan ini diakhiri dengan penyusunan laporan hasil observasi yang akan menjadi bahan evaluasi dan diskusi di kampus guna memperkaya wawasan akademik seluruh mahasiswa.


Dokumentasi observasi mahasiswa SMPN 1 Lenek 

Dokumentasi observasi mahasiswa SMP N 1 Aikmel

Dokumentasi observasi mahasiswa SMP N 1 Terara

visi misi prodi



 

Mengasah Keterampilan Mengajar: Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UGR Praktik di Laboratorium Micro Teaching

 LOMBOK TIMUR – Menjadi seorang pendidik yang kompeten dan percaya diri memerlukan persiapan yang matang sejak bangku perkuliahan. Komitmen ...