Selasa, 26 Mei 2026

Membangun Literasi dari Desa: Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UGR Mengabdi di Desa Sapit bersama Desamind

 Ingat Bangsa, Ingat Desa!

Sebuah kalimat sakti dari Mohammad Hatta, Sang Proklamator kita, menggema menjadi pengingat bagi setiap anak muda terdidik: "Obor di Jakarta tidak akan pernah menyala tanpa adanya lilin-lilin di desa." Kutipan ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan panggilan jiwa bagi mereka yang percaya bahwa kemajuan bangsa dimulai dari akar rumput, dari senyum anak-anak di pelosok desa.

Menjawab panggilan tersebut, dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Gunung Rinjani (UGR) mengambil peran nyata dalam pengabdian masyarakat. Selama periode September 2025 hingga Februari 2026, mereka terjun langsung ke Desa Sapit, sebuah desa wisata yang asri di kaki Rinjani, melalui program kolaborasi bersama Desamind.

Menyalakan Lilin Literasi di Desa Sapit

Dalam pengabdian selama enam bulan ini, delegasi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UGR tidak hanya datang sebagai tamu, tetapi sebagai bagian dari solusi. Dengan membawa semangat “Think Globally, Teach Locally”, mereka berfokus pada pengembangan sumber daya manusia melalui literasi dan penguasaan bahasa internasional.

Fokus utama pengabdian ini meliputi:

  • English for Tourism: Memberikan pelatihan bahasa Inggris bagi pemuda dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di Desa Sapit guna menunjang potensi desa wisata.

  • Literacy Advocacy: Menginisiasi taman baca dan kegiatan literasi kreatif bagi anak-anak sekolah dasar untuk menumbuhkan minat baca sejak dini.

  • Community Development: Berkolaborasi dengan masyarakat lokal dalam menyusun program-program pemberdayaan yang berkelanjutan bersama Desamind Chapter Lombok Timur.

Mengasah Kepemimpinan dan Kepekaan Sosial

Keikutsertaan mahasiswa dalam pengabdian ini selaras dengan profil lulusan Pendidikan Bahasa Inggris UGR yang tidak hanya disiapkan sebagai guru di kelas formal, tetapi juga sebagai penggerak masyarakat (Community Leader).

Melalui program Desamind ini, mahasiswa belajar bahwa tantangan pendidikan di lapangan membutuhkan kreativitas dan empati yang tinggi. Mereka membuktikan bahwa ilmu bahasa Inggris yang mereka pelajari di bangku kuliah sangat aplikatif untuk membuka cakrawala dunia bagi masyarakat desa.

Penutup: Dari Sapit untuk Indonesia

Pengabdian ini berakhir pada Februari 2026, namun api semangat yang telah dinyalakan di Desa Sapit diharapkan tetap berkobar. Apa yang dilakukan oleh kedua mahasiswa ini adalah bukti bahwa mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UGR siap menjadi "lilin-lilin" yang menerangi desa, yang pada akhirnya akan memastikan "obor" Indonesia tetap menyala terang di masa depan.

Ingat Bangsa, Ingat Desa! English Education Department UGR: Inspire Indonesia!






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengasah Keterampilan Mengajar: Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UGR Praktik di Laboratorium Micro Teaching

 LOMBOK TIMUR – Menjadi seorang pendidik yang kompeten dan percaya diri memerlukan persiapan yang matang sejak bangku perkuliahan. Komitmen ...