Dobrak Rasa Jenuh, Mahasiswa Semester 1 Sukses Gelar Praktik 'Speaking' Langsung dengan Turis di Gili Trawangan
GILI TRAWANGAN – Belajar bahasa asing tidak cukup hanya dengan menghafal rumus tata bahasa (grammar) di dalam ruang kelas. Menyadari pentingnya kemampuan komunikasi yang aktif dan natural, puluhan mahasiswa semester 1 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Gunung Rinjani melakukan aksi nyata melalui kegiatan praktik lapangan (Field Trip Speaking) di destinasi wisata internasional, Gili Trawangan, Lombok Utara.
Kegiatan yang berlangsung baru-baru ini bertujuan untuk menguji mental, melatih kelancaran (fluency), serta membangun rasa percaya diri para mahasiswa baru sejak dini. Di pulau yang terkenal dengan keindahan pantai dan ramainya wisatawan mancanegara ini, mereka ditantang untuk keluar dari zona nyaman dan berinteraksi langsung menggunakan bahasa Inggris.
Menembus Batas Teori: Berbincang Hangat dengan Turis Asing
Sejak menginjakkan kaki di dermaga penyeberangan, antusiasme sekaligus ketegangan tampak di wajah para mahasiswa semester awal ini. Dipandu oleh dosen pendamping, mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk menyisir kawasan wisata dan mencari turis mancanegara yang sedang bersantai untuk diajak berkomunikasi.
Topik pembicaraan yang diangkat pun sangat beragam dan mengalir ringan, mulai dari menanyakan asal negara, kesan mereka selama berkunjung ke Lombok, kuliner lokal favorit, hingga bertukar pandangan mengenai budaya masing-masing negara.
Meskipun pada awalnya ada rasa canggung dan gugup, keramahtangan para turis di Gili Trawangan membuat suasana mencair dengan cepat. Banyak wisatawan asing yang justru mengapresiasi keberanian para mahasiswa ini dan dengan senang hati meluangkan waktu mereka untuk mengobrol, bahkan berswafoto bersama.
Membentuk Mental Calon Pendidik Masa Depan
Bagi mahasiswa semester 1, pengalaman ini menjadi tonggak sejarah awal perkuliahan yang sangat berharga. Praktik langsung di lapangan seperti ini memberikan pemahaman nyata bahwa bahasa Inggris adalah alat komunikasi global yang hidup, bukan sekadar materi ujian tertulis.
"Awalnya deg-degan banget takut salah ngomong, tapi pas dicoba ternyata seru sekali! Turis-turis di sana sangat ramah dan menghargai usaha kami yang masih belajar. Ini bener-bener meningkatkan rasa percaya diri saya untuk terus berbicara bahasa Inggris," ungkap salah satu mahasiswa peserta kegiatan.
Dengan suksesnya kegiatan field trip ini, diharapkan para mahasiswa semester 1 memiliki modal mental yang kuat dan motivasi yang tinggi untuk menghadapi perkuliahan di semester-semester berikutnya. Langkah kecil di Gili Trawangan ini adalah awal dari perjalanan panjang mereka untuk tumbuh menjadi calon guru bahasa Inggris yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di era global.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar